
Halaman Wilayah menampilkan simpul wilayah Kemitraan Agroekologi dan kawasan pendidikan yang dikelola komunitas. Di sini Anda dapat menemukan lokasi, fokus pembelajaran, jejaring mitra, serta kabar terbaru dari masing-masing wilayah.

Simpul wilayah dan Kawasan Pendidikan Agroekologi adalah jantung gerakan Kemitraan Agroekologi. Simpul wilayah menjadi ruang konsolidasi aktor di tingkat kabupaten, sedangkan kawasan pendidikan menjadi ruang praktik dan pembelajaran komunitas. Keduanya saling menguatkan agar agroekologi tumbuh sebagai gerakan yang hidup, bukan sekadar rangkaian pelatihan.
Simpul wilayah adalah jaringan kerja di tingkat kabupaten yang menghubungkan komunitas petani, pengelola kawasan, pemerintah desa, pemerintah kabupaten, penyuluh, NGO, kampus, ahli, CSR, donor, dan mitra lokal. Simpul wilayah berfungsi sebagai ruang koordinasi, pembelajaran, advokasi, dokumentasi, dan replikasi gerakan agroekologi.
1. Menghubungkan komunitas agroekologi di tingkat kabupaten.
2. Menyusun rencana kerja dan agenda belajar bersama.
3. Mengawal pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi.
4. Mendorong dukungan pemerintah daerah dan pemerintah desa.
5. Menjadi ruang komunikasi dengan NGO, kampus, donor, CSR, dan ahli.
6. Mendokumentasikan praktik baik dan cerita perubahan.
7. Menyiapkan replikasi ke desa atau kecamatan lain.
Kawasan Pendidikan Agroekologi adalah kawasan belajar yang dikelola komunitas untuk mempraktikkan dan menyebarluaskan agroekologi. Kawasan ini dapat berupa lanskap pertanian, kebun campur, permukiman, pekarangan, lahan desa, kawasan hutan sosial, kawasan pesisir, atau kombinasi ruang hidup komunitas yang disepakati bersama.
Kawasan pendidikan memiliki luasan minimum 5 hektar dan mencakup paling sedikit satu dusun. Kawasan dapat diperluas sampai tingkat desa atau kelurahan, sementara ruang belajar teknis dapat terkonsentrasi pada sebagian lahan; dukungan masyarakat dusun atau desa dipersiapkan sejak awal melalui pengorganisasian komunitas.
1. Tempat praktik agroekologi.
2. Tempat sekolah lapang petani.
3. Tempat belajar pelajar sekolah dasar hingga mahasiswa.
4. Tempat belajar pemerintah desa untuk mengembangkan desa agroekologi.
5. Tempat penguatan trainer petani laki-laki, perempuan, dan anak muda.
6. Tempat pembelajaran kelembagaan ekonomi komunitas.
7. Tempat dokumentasi dan penelitian aksi.
8. Tempat kunjungan belajar publik.
9. Tempat membangun contoh adaptasi iklim dan pemulihan ekologi.
Ruang praktik agroekologi: Kebun belajar, sawah, kebun campur, pekarangan, tanaman pangan, hortikultura, atau praktik tematik lain.
Unit kompos dan biomassa: Pembuatan kompos, pupuk cair, mikroorganisme lokal, bio-urine, mulsa, dan pengelolaan limbah organik.
Kebun benih dan pangan lokal: Benih lokal, tanaman pangan lokal, tanaman obat, kebun keluarga, dan diversifikasi pangan.
Kelembagaan ekonomi komunitas: Kelompok tani, koperasi, BUMDes, kelompok perempuan, unit usaha, pengolahan hasil, dan pemasaran komunitas.
Ruang belajar publik: Tempat menerima pelajar, mahasiswa, pemerintah desa, OPD, komunitas, dan tamu umum.
Trainer petani: Petani laki-laki, perempuan, dan anak muda yang mampu memfasilitasi pembelajaran.
Dokumentasi kawasan: Profil kawasan, foto, video, peta sosial, catatan belajar, dan cerita perubahan.
Kabupaten yang sudah memiliki draft proposal atau masuk dalam proses perencanaan ditampilkan sebagai Dalam Pengembangan.
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Kawasan pendidikan berbasis komunitas dan agroekologi desa
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Kawasan pendidikan di Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, kawasan hutan kemasyarakatan
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Agroekologi pesisir, pertanian, dan komunitas desa
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Agroekologi lanskap, pangan lokal, dan kawasan pendidikan komunitas
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Kawasan Pendidikan di Lembah Kantang dan Salebu Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Agroekologi pesisir, pertanian terpadu, peternakan, dan perikanan
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: (dalam perumusan)
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: (dalam perumusan)
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Kawasan Pendidikan di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe dengan Komunitas Paguyuban Sidomakmur
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Desa Tumbulawa, Kecamatan Batudaka – Kepulauan Togean
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: (dalam perumusan)
Status: Dalam Pengembangan
Fokus awal: Kawasan Pendidikan di desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Utara
Kemitraan Agroekologi membuka peluang bagi komunitas, pemerintah daerah, pemerintah desa, NGO, kampus, dan mitra lokal untuk mengembangkan simpul wilayah dan Kawasan Pendidikan Agroekologi di daerah masing-masing. Pengembangan dimulai dari pemetaan aktor, pemetaan calon kawasan, pengorganisasian komunitas, dan penyusunan rencana kerja bersama.