
Halaman ini merangkum program inti Kemitraan Agroekologi: pembentukan simpul wilayah, pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi, sekolah lapang, penguatan trainer petani, ekonomi komunitas, dan advokasi kebijakan. Ikuti pembaruan program dan peluang kolaborasi di berbagai kabupaten.
Pada periode 2026–2031, Kemitraan Agroekologi mengembangkan program nasional untuk memperkuat gerakan agroekologi di 30 kabupaten di Indonesia. Fokus utama program ini meliputi pembentukan simpul wilayah, pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi berbasis komunitas, penguatan sekolah lapang dan trainer petani, advokasi kebijakan, serta dokumentasi dan replikasi pengetahuan.
Program-program ini dirancang untuk memperkuat komunitas, membangun ruang belajar yang hidup, dan menghubungkan praktik lapangan dengan kebijakan, pengetahuan, serta kemitraan yang berkelanjutan.
Simpul Wilayah dan Kawasan Pendidikan Agroekologi dapat diposisikan sebagai platform pembelajaran, pendampingan, dan pengorganisasian komunitas yang menjembatani kebijakan publik dengan praktik agroekologi di tingkat tapak.
Program ini menempatkan agroekologi bukan hanya sebagai pendekatan budidaya, tetapi sebagai strategi pembangunan desa yang menghubungkan pemulihan lingkungan, penguatan pangan lokal, dan pengembangan ekonomi komunitas secara berkelanjutan.
Dalam kerangka tersebut, Simpul Wilayah dan Kawasan Pendidikan Agroekologi menjadi wahana untuk memperkuat sinergi tiga agenda kementerian melalui praktik nyata di tingkat komunitas, mulai dari konservasi vegetasi dan lahan, penguatan kelembagaan pangan desa, hingga penerapan sistem pertanian cerdas iklim yang menjaga produktivitas di tengah perubahan iklim.
Mendorong adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui pertanian rendah emisi, peningkatan tutupan hijau, konservasi lahan, dan pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas.
Memperkuat produksi dan cadangan pangan lokal berbasis potensi desa, dengan prioritas pada komoditas strategis serta penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Mengintegrasikan praktik adaptif iklim seperti agroforestri, diversifikasi tanaman, pemupukan organik, dan teknik budidaya berdaya tahan untuk menjaga produktivitas pertanian.
Simpul wilayah adalah ruang konsolidasi gerakan agroekologi di tingkat kabupaten yang mempertemukan komunitas petani, pengelola kawasan, pemerintah desa dan kabupaten, penyuluh, NGO, kampus, ahli, donor, CSR, dan mitra lokal. Program ini membantu membangun arah bersama, koordinasi antaraktor, dan penguatan jaringan agroekologi di tingkat wilayah.
Kawasan Pendidikan Agroekologi adalah kawasan belajar berbasis komunitas dengan luasan minimum 5 hektar, mencakup paling sedikit satu dusun, dan dapat berkembang hingga skala desa atau kelurahan. Kawasan ini menjadi ruang praktik, sekolah lapang, kunjungan belajar, pengembangan pangan lokal, dan penguatan kelembagaan ekonomi komunitas.
Sekolah lapang menjadi metode utama pembelajaran agroekologi. Melalui program ini, petani laki-laki, perempuan, dan terutama generasi muda diperkuat menjadi trainer petani agar proses belajar tidak bergantung pada narasumber luar, tetapi tumbuh dari pengalaman lokal dan penguatan komunitas sendiri.
Program ini mendorong agar praktik agroekologi yang tumbuh di komunitas mendapat dukungan kebijakan, program, dan pendanaan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, donor, CSR, dan mitra pembangunan lainnya.
Gerakan agroekologi membutuhkan dokumentasi yang kuat agar praktik lokal tidak berhenti di satu tempat. Program ini berfokus pada pengumpulan cerita perubahan, profil komunitas, panduan praktik, dan pembelajaran lintas wilayah sebagai dasar pengembangan dan replikasi.
Program Kemitraan Agroekologi dirancang sebagai rangkaian yang saling terhubung. Simpul wilayah membangun konsolidasi aktor, Kawasan Pendidikan Agroekologi menjadi ruang praktik dan pembelajaran, sekolah lapang memperkuat kapasitas petani, advokasi membuka dukungan kebijakan, dan dokumentasi memastikan pembelajaran dapat dibagikan serta direplikasi.
Dengan pendekatan ini, setiap kabupaten tidak hanya menjalankan kegiatan, tetapi juga membangun fondasi gerakan agroekologi yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Simpul wilayah adalah ruang konsolidasi gerakan agroekologi di tingkat kabupaten yang mempertemukan komunitas petani, pengelola kawasan, pemerintah desa dan kabupaten, penyuluh, NGO, kampus, ahli, CSR, donor, dan mitra lokal.
• Pemetaan aktor agroekologi daerah
• Lokakarya pembentukan simpul wilayah
• Penyusunan rencana kerja simpul
• Pertemuan berkala simpul wilayah
• Dokumentasi dan komunikasi publik simpul
• Penguatan jejaring antar kabupaten
• Simpul wilayah aktif di setiap kabupaten
• Koordinator dan tim kerja simpul
• Rencana kerja tahunan
• Daftar komunitas, mitra, dan ahli pendukung
• Basis data praktik agroekologi lokal
Kawasan Pendidikan Agroekologi adalah kawasan belajar komunitas dengan luasan minimum 5 hektar, mencakup paling kecil 1 dusun dan dapat mencapai skala desa/kelurahan. Menjadi ruang praktik, sekolah lapang, kunjungan belajar, pengembangan pangan lokal, dan penguatan kelembagaan ekonomi komunitas.
• Pemetaan calon lokasi kawasan
• Pengorganisasian komunitas di tingkat dusun/desa
• Penyusunan desain kawasan pendidikan
• Penataan ruang belajar dan sarana dasar
• Sekolah lapang agroekologi
• Pengembangan kebun benih, kompos, kebun campur, pangan lokal, dan praktik tematik
• Pendidikan publik untuk pelajar, mahasiswa, pemerintah desa, dan komunitas
• Satu kawasan pendidikan di setiap kabupaten
• Peta kawasan dan peta sosial komunitas
• Komunitas pengelola kawasan
• Sarana belajar dasar
• Modul dan bahan praktik lapangan
• Jadwal kunjungan belajar
Sekolah lapang menjadi metode utama pembelajaran agroekologi. Trainer petani dipersiapkan agar proses pembelajaran tidak bergantung pada narasumber luar. Trainer berasal dari petani laki-laki, perempuan, dan terutama anak muda.
• Pelatihan dasar agroekologi
• Sekolah lapang tanah, kompos, dan biomassa
• Pelatihan benih lokal dan pangan lokal
• Pelatihan kebun campur, konservasi air, dan adaptasi iklim
• Pelatihan fasilitasi untuk trainer petani
• Praktik mengajar dan memandu kunjungan kawasan
• Trainer petani lokal di setiap kawasan
• Panduan fasilitasi sekolah lapang
• Materi pendidikan untuk petani, sekolah, kampus, dan pemerintah desa
• Dokumentasi praktik baik
Mendorong agar praktik agroekologi di komunitas mendapat dukungan kebijakan, program, dan anggaran dari pemerintah daerah/pusat, CSR, donor, dan mitra pembangunan.
• Audiensi dengan pemerintah kabupaten
• Konsolidasi lintas OPD melalui Bappeda
• Penyusunan policy brief dan rekomendasi program
• Dialog dengan kementerian terkait
• Penyusunan proposal dan kerangka acuan program
• Penggalangan dukungan CSR, donor, dan NGO
• Dukungan pemerintah kabupaten
• Rekomendasi kebijakan agroekologi
• Program lintas OPD di tingkat kabupaten
• Dukungan pendanaan dan kemitraan
• Agenda agroekologi masuk dalam diskusi perencanaan dan penganggaran

Gerakan agroekologi membutuhkan dokumentasi yang kuat agar praktik lokal tidak berhenti di satu tempat. Program ini berfokus pada pengumpulan cerita perubahan, profil komunitas, panduan praktik, dan pembelajaran lintas wilayah sebagai dasar pengembangan dan replikasi.
• Pengumpulan cerita perubahan dan praktik baik
• Penyusunan profil komunitas dan kawasan
• Produksi panduan praktik (modul, SOP, infografik)
• Dokumentasi foto/video dan peta sosial–ekologi
• Pertukaran belajar antarwilayah dan kunjungan studi
• Pengelolaan perpustakaan digital/arsip pengetahuan
• Kompendium cerita perubahan per kabupaten
• Paket modul dan panduan praktik agroekologi
• Basis data foto/video, peta, dan profil komunitas
• Agenda pertukaran belajar rutin lintas kabupaten
• Portal/dapur pengetahuan daring Kemitraan Agroekologi